Rabu, 18 Juni 2014

Ketika Kau Mulai MELUPAKANKU...


Lupa bukan berarti tak ingat. Bahkan tak 
ingat pun juga bukan berarti lupa. 
Aku mengerti bahwa setiap orang pasti
pernah merasakan apa itu lupa. Pasti.
Pernah tak ingat pada satu hal, entah itu
hal yang kecil maupun hal yang cukup
besar sekalipun, itu bukan hal yang
mustahil.
Dan aku pun tahu, bahwa hal ini pun akan
terjadi padamu. Tapi semua hal yang kau
terima ini benar-benar membuatku begitu
perih. Kenapa semua ini harus terjadi??
Kenapa hal ini harus ada di dunia ini??
Jujur saja.
Berusaha untuk menepis kenyataan pahit
benar-benar sungguh menyakitkan. Saat
mencoba untuk menghilangkan kenyataan
ini dalam ingatanku, entah kenapa
rasanya kenayataan ini seolah semakin
mengekangku.
Aku terhenyak saat menyadari bahwa
ingatanmu tentangku perlahan-lahan akan
menghilang. Aku harus bagaimana??
Haruskah aku menyalahkanmu??.
Meskipun aku mau, tapi aku tak bisa
untuk melakukannya. Karena ini memang
bukan salahmu. Karena aku tahu ini juga
bukan hal yang kau inginkan. Aku tahu
saat ini kau tengah menahan semua
kepedihan ini. Hanya saja, aku maupun
kau sendiri tak bisa menghentikan kuasa
Tuhan yang akan melakukannya nanti.
Kau harus melupakanku nanti. Bahkan
bukan cuma melupakanku saja, bahkan
kau juga tak akan bisa mengingat siapa
dirimu.
Andai saja, aku bisa memulihkan
ingatanmu itu, aku pasti akan
melakukannya. Tapi sungguh, maafkan
aku. Aku tak bisa melakukannya. Tuhan
sudah memutuskan hal ini akan terjadi.
Bahkan hal ini tak akan terjadi nanti, tapi
sekarang, saat ini. Kau sudah mulai
melupakanku. Tak ingat padaku. Dan
melupakan semuanya. Semuanya tentang
aku dan juga kau.
Aku hanya berusaha menepis rasa sakit
saat kau berkata. “Ah, maaf. Aku lupa..”.
Bagi orang lain itu hanyalah sebuah kata
yang tak berarti. Tapi bagiku?? Kata-kata
itu adalah sebuah rasa sakit yang
menikamku keras.
“Tak apa-apa.”
Aku dan kau harus berusaha menerima
kenyataan pahit ini. Jalani semua hal yang
telah di rancang Tuhan.
Aku akan berusaha tegar...
Aku akan berusaha sabar...
Aku tak akan menangis lagi...
Dan terima kasih karena kau pernah
mengenalku. Pernah membuatku
merasakan semua perasaan yang ada di
dunia ini. Kesal, marah, senyum, bahagia,
bahkan kesedihan pun pernah kurasakan
saat aku berada di sampingmu dulu..
Meski kau melupakanku, aku tak akan
pernah melupakanmu sedetik pun.... 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar