Rabu, 18 Juni 2014

Angkernya Tanjakan Emen

Tanjakan Emen di Subang, Jawa Barat kembali menelan korban. Kali ini bus pariwisata yang ditumpangi siswa SMA Al Huda Cengkareng Jakarta Barat mengalami kecelakaan di sana dan 9 orang tewas. Bukan kali ini saja tanjakan itu memakan korban.

Tanjakan sepanjang tiga kilometer di daerah Subang itu berada setelah kawasan Tangkuban Perahu. Dibandingkan tanjakan daerah puncak di Cianjur, Tanjakan Emen masih kalah curam. Namun kemiringan 45-50 derajat membuat beda Tanjakan Emen. Pengendara kerap merasa enak meluncur dari arah Tangkuban Perahu, sebaliknya sangat berat bila menanjak dari arah Ciater.

Pemberian nama Tanjakan Emen di Desa Ciceunang itu menurut warga disebabkan cerita Emen sopir bus yang mengalami kecelakaan di tempat itu sekitar tahun 1960-an. Ada mitos menarik sekitar Tanjakan Emen. Banyak sopir percaya untuk menghindari nasib sial di Tanjakan Emen mereka kerap membuang puntung rokok yang menyala bila melintasi Tanjakan Emen. Kebiasaan itu karena dahulunya ketika mengalami kecelakaan mempunyai kebiasaan merokok ketika sedang mengendarai mobil.

Berikut beberapa kecelakaan yang terjadi di Tanjakan Emen:

November 2004, 3 tewas

Bus Pariwisata yang disewa keluarga asal Jakarta bernasib kurang beruntung di Tanjakan Emen. Setelah pulang dari arah Bandung sopir bus tidak kuasa mengendalikan bus dan tergelincir kemudian terbalik. Diduga bus mengalami rem blong yang mengakibatkan tiga orang tewas dan belasan luka. Selain rem blong, kondisi ban bus sudah gundul.

September 2009, 7 tewas

Medan berat Tanjakan Emen dirasakan warga Buaran, Serpong, Tangerang Selatan. Sebanyak 41 orang mencarter bus Parahyangan berwisata ke Tangkuban Perahu. Nahas ketika pulang bus mengalami rem blong. Sempat menabrak sebuah mobil dan terguling beberapa kali. Tujuh korban warga Serpong itu tewas sementara belasan lainnya luka berat.

Oktober 2011, 3 tewas

Kecelakaan kali ini menimpa penumpang minibus pariwisata yang membawa wisatawan asal Belgia. Saksi mata melihat minibus sempat mengebut dari arah Tangkuban Perahu kemudian minibus oleng dan menabrak tebing. Tiga penumpang langsung tewas di tempat dan 9 orang mengalami luka berat.

Oktober 2012, 4 tewas

Bus Dian Mitra berjalan menurun dari Tangkubanparahu ke arah Ciater, waktu itu bus membawa sekitar 20 wisatawan asal Taiwan. Pukul 11.20 bus menabrak motor
langsung membuat bus oleng dan menabrak tebing dan terguling menutupi jalan. Sebanyak tiga orang asing dan seorang pemandu wisata langsung meninggal. Korban
lain sebanyak 26 harus dirawat di rumah sakit Hasan Sadikin Bandung.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar