Kamis, 09 Mei 2013

contoh usaha kewirausahaan (pertemuan 2)


A.    NAMA  USAHA
Usaha yang akan dikembangkan diberi nama “On-Net” dengan badan usaha berbentuk CV yang didaftarkan ke notaris sehingga memiliki badan hukum yang tetap.
B.     RENCANA LOKASI USAHA
-          Rencana lokasi operasional usaha akan ditempatkan didaerah yang memeuhi syarat sebagai berikut :
·         Lokasi dekat dengan kawasan pendidikan baik itu Sekolah Menengah Atas dan Sekolah Menengah Pertama.
·         Lokasi berada di pusat keramaian.
·         Lokasi berada ditengah kawasan penduduk.
-          Lokasi yang kami prioritaskan adalah di Cibinong, dengan pertimbangan :
·         Dilokasi belum ada warnet dalam radius 2 KM.
·         Lokasi dekat dengan beberapa sekolah.
·         Disekitar lokasi terdapat beberapa sekolah antara lain : SMAN 2 CIbinong, SMKN 1 Cibinong, SMK Bina Teknologi, SMPN 3-4 Cibinong, MTSN, dan SLBN Cibinong
·         Lokasi berada kawasan yang ramai.
·         Lokasi berada pada perumahan penduduk.
·          
C.    TARGET PELANGGAN
Target pelanggan warnet ini adalah : pelajar dan mahasiwa disekitarnya. Mereka adalah menggunakan internet untuk hiburan semata yang frekwensinya cukup tinggi. Umumnya mereka hanya membuka situs www.google.com dan situs jejaring social seperti www.twitter.com dan www.facebook.com

D.    JENIS USAHA
Jenis  usaha yang direncanakan sesuai dengan Sumber Daya Manusia (SDM) yang dimiliki adalah :
1.      Warnet (konsentrasi pada bulan pertama)
2.      Training internet lepas (pada bulan ke-2)
3.      Service komputer (pada bulan ke-3)
4.      Penjualan Voucer Handphone (pada bulan ke-4)
5.      Digital Printing (pada bulan ke-5)
6.      Video Shooting dan Transfer VCD (pada bulan ke-6)
7.      Training komputer (paket 1 atau 2 bulan) pada bulan ke-7.
8.      Dan lain sebagainya, disesuaikan dengan kebutuhan pasar dan anggaran yang tersedia.
Target kami adalah setiap bulan menambah cabang usaha baru, walau tidak menutup kemungkinan pada bulan yang sama ddirikan bebapa cabang usaha sekaligus.

E.      KEUNGGULAN KAMI
Kami memiliki keunggulan antara lain :
1.      Semua instalasi software, jaringan LAN, router dan proxy server dapat kami lakukan sendiri, dengan demikian tidak perlu menganggarkan dana untuk jasa dari pihak ketiga.
2.      Kami juga sudah sangat sering mengadakan pelatihan internet dan website kepada pelajar dan mahasiswa dengan kerja sama dengan organsasi ekskul sekolah atau senat mahasiswa.

F.     PERANGKAT KERAS DAN LUNAK
Perangkat keras yang akan digunakan dalam komputer ini adalah :
·         Komputer Pentium 3 built up second sebanyak 10 unit, server Pentium 4 1 unit dan komputer Pentium 4 untuk billing 1 unit beserta perangkat jaringan.
·         Koneksi internet menggunakan Wireless dengan kecepatan 64 kbps dengan rasio 1:1
·         Sistem operasi yang akan digunakan adalah Windows Me.

G.     MODAL & KEUNTUNGAN
Modal yang kami butuhkan untuk medirikan warnet ini plus biaya operasioanl selama 1 bulan pertama adalah  Rp 55.000.000,- dengan perkiraan laba bersih minimal Rp 6.000.000,- per bulannya. Sehingga usaha diperkirakan akan BEP pada bulan ke (10) sebelas (dengan asumsi 1 bulan pertama belum mendapatkan keuntungan maksimal).
Sedangkan modal untuk usaha selain warnet adalah mengambil dari beberapa sumber antara lain :
1.      penambahan modal oleh pemodal.
2.      keuntungan bulanan pemodal, bila pemodal ingn menambah investasi.
3.      keuntungan bulanan pengelola, bila pengelola ingin ikut menanam saham.
4.      dari pemodal lain yang ingin ikut andil menanamkan saham.
5.      dari dana penyusutan barang yang ternyata tidak terpakai. (dana penyusutan ini tetap dianggap sebagai dana dari pemodal).

H.    BAGI HASIL
Prosentase bagi hasil yang kami tawarkan adalah 40% untuk pemodal dan 60% untuk pengelola, dengan demikian pemodal diperkirakan akan mendapatkan keuntungan sedikitnya Rp 2.400.000,- perbulan. Dengan demikian diperkirakan pemodal akan balik modal paling lama 24 bulan.



I.       BIAYA PENYUSUTAN
Pada prinsipnya jumlah aset pemodal adalah sama baik pada saat pendirian usaha maupun pada tahun ke 1, ke2 , dst, Karena kami menganggarkan biaya penyususutan sebesar 2,5% perbulan dari semua aset milik pemodal, dana penyusutan ini tetap menjadi milik pemodal sehingga total aset pemodal tetap walaupun nilai barang menjadi susut atau rusak.
J.      SURAT PERJANJIAN

Demi keamanan investasi, kami menawarkan surat perjanjian yang ditandatangani oleh pemodal dan pengelola dan dibubui materai secukupnya agar mempunyai kekuatan hukum. Ketentuan dasar surat perjanjian kami sertakan dalam lampiran.
K.    STRATEGI PROMOSI

Strategi yang akan kami jalankan pada perusahaan ini antara lain :
1.      Bekerja sama dengan pihak sekolah dalam rangka mengadakan kerja sama pelatihan komputer dan internet.
2.      Kami akan menjalankan kembali organisasi yang bergerak dibidang teknologi informasi yang akan menghimpun mahasiswa yang mempunyai keahlian dibidang komputer. Dengan strategi ini, kami menargetkan bisa mendapatkan tenaga freelancer untuk mempromosikan bisnis ini, aset untuk tenaga pengajar dan dapat mengerjakan proyek-proyek IT.

L.     PENUTUP
Demikian proposal yang kami buat, semoga langkah ini dapat turut andil dalam mencerdaskan bangsa dan memberikan lapangan pekerjaan dan memajukan ekonomi Indonesia.

Kewirausahaan (Pertemuan 1)


Pengertian Kewirausahaan
Kewirausahaan berasal dari kata wira dan usaha. Wira berarti pejuang, pahlawan, manusia unggul, teladan, berbudi luhur, gagah berani dan berwatak agung. Usaha adalah perbuatan amal, bekerja, dan berbuat sesuatu. Jadi wirausaha adalah pejuang atau pahlawan yang berbuat sesuatu. Kewirausahaan (Entrepreneurship) atau Wirausaha adalah proses mengidentifikasi, mengembangkan, dan membawa visi ke dalam kehidupan. Visi tersebut bisa berupa ide inovatif, peluang, cara yang lebih baik dalam menjalankan sesuatu. Hasil akhir dari proses tersebut adalah penciptaan usaha baru yang dibentuk pada kondisi risiko atau ketidakpastian.
Kewirausahaan memiliki arti yang berbeda-beda antar para ahli atau sumber acuan karena berbeda-beda titik berat dan penekanannya. Richard Cantillon (1775), misalnya, mendefinisikan kewirausahaan sebagai bekerja sendiri (self-employment). Seorang wirausahawan membeli barang saat ini pada harga tertentu dan menjualnya pada masa yang akan datang dengan harga tidak menentu. Jadi definisi ini lebih menekankan pada bagaimana seseorang menghadapi risiko atau ketidakpastian. Berbeda dengan para ahli lainnya, menurut Penrose (1963) kegiatan kewirausahaan mencakup indentfikasi peluang-peluang di dalam sistem ekonomi sedangkan menurut Harvey Leibenstein (1968, 1979) kewirausahaan mencakup kegiatan yang dibutuhkan untuk menciptakan atau melaksanakan perusahaan pada saat semua pasar belum terbentuk atau belum teridentifikasi dengan jelas, atau komponen fungsi produksinya belum diketahui sepenuhnya dan menurut Peter Drucker, kewirausahaan adalah kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda. Orang yang melakukan kegiatan kewirausahaan disebut wirausahawan. Muncul pertanyaan mengapa seorang wirausahawan (entrepreneur) mempunyai cara berpikir yang berbeda dari manusia pada umumnya. Mereka mempunyai motivasi, panggilan jiwa, persepsi dan emosi yang sangat terkait dengan nilai nilai, sikap dan perilaku sebagai manusia unggul.
Sejarah Kewirausahaan
Wirausaha secara historis sudah dikenal sejak diperkenalkan oleh Richard Castillon pada tahun 1755. Di luar negeri, istilah kewirausahaan telah dikenal sejak abad 16, sedangkan di Indonesia baru dikenal pada akhir abad 20. Beberapa istilah wirausaha seperti di Belanda dikenadengan ondernemer, di Jerman dikenal dengan unternehmer. Pendidikan kewirausahaan mulai dirintis sejak 1950-an di beberapa negara seperti Eropa, Amerika, dan Kanada. Bahkan sejak 1970-an banyak universitas yang mengajarkan kewirausahaan atau manajemen usaha kecil. Pada tahun 1980-an, hampir 500 sekolah di Amerika Serikat memberikan pendidikan kewirausahaan. DI Indonesia, kewirausahaan dipelajari baru terbatas pada beberapa sekolah atau perguruan tinggi tertentu saja. Sejalan dengan perkembangan dan tantangan seperti adanya krisis ekonomi, pemahaman kewirausahaan baik melalui pendidikan formal maupun pelatihan-pelatihan di segala lapisan masyarakat kewirausahaan menjadi berkembang.

Ciri-ciri dan Sifat Kewirausahaan
Untuk dapat mencapai tujuan yang diharapkan, maka setiap orang memerlukan ciri-ciri dan juga memiliki sifat-sifat dalam kewirausahaan. Ciri-ciri seorang wirausaha adalah:
·         Percaya diri
·         Berorientasikan tugas dan hasil
·         Berani mengambil risiko
·         Kepemimpinan
·         Keorisinilan
·         Berorientasi ke masa depan
·         Jujur dan tekun
Sifat-sifat seorang wirausaha adalah:
·         Memiliki sifat keyakinan, kemandirian, individualitas, optimisme.
·         Selalu berusaha untuk berprestasi, berorientasi pada laba, memiliki ketekunan dan ketabahan, memiliki tekad yang kuat, suka bekerja keras, energik dan memiliki inisiatif.
·         Memiliki kemampuan mengambil risiko dan suka pada tantangan.
·         Bertingkah laku sebagai pemimpin, dapat bergaul dengan orang lain dan suka terhadap saran dan kritik yang membangun.
·         Memiliki inovasi dan kreativitas tinggi, fleksibel, serba bisa dan memiliki jaringan bisnis yang luas.
·         Memiliki persepsi dan cara pandang yang berorientasi pada masa depan.
·         Memiliki keyakinan bahwa hidup itu sama dengan kerja keras.

Tahap-tahap Kewirausahaan
Secara umum tahap-tahap melakukan wirausaha:
Tahap memulai 
Tahap di mana seseorang yang berniat untuk melakukan usaha mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukan, diawali dengan melihat peluang usaha baru yang mungkin apakah membuka usaha baru, melakukan akuisisi, atau melakukan ‘’franchising’’. Tahap ini juga memilih jenis usaha yang akan dilakukan apakah di bidang pertanian, industri, atau jasa.
Tahap melaksanakan usaha 
Dalam tahap ini seorang wirausahawan mengelola berbagai aspek yang terkait dengan usahanya, mencakup aspek-aspek: pembiayaan, SDM, kepemilikan, organisasi, kepemimpinan yang meliputi bagaimana mengambil risiko dan mengambil keputusan, pemasaran, dan melakukan evaluasi.
Tahap mempertahankan usaha 
Tahap di mana wirausahawan berdasarkan hasil yang telah dicapai melakukan analisis perkembangan yang dicapai untuk ditindaklanjuti sesuai dengan kondisi yang dihadapi.
·         Tahap mengembangkan usaha
Tahap di mana jika hasil yang diperoleh tergolong positif atau mengalami perkembangan atau dapat bertahan maka perluasan usaha menjadi salah satu pilihan yang mungkin diambil.

Sikap wirausaha 
Dari daftar ciri dan sifat watak seorang wirausahawan di atas, dapat kita identifikasi sikap seorang wirausahawan yang dapat diangkat dari kegiatannya sehari-hari, sebagai berikut:
·         Disiplin
Dalam melaksanakan kegiatannya, seorang wirausahawan harus memiliki kedisiplinan yang tinggi. Arti dari kata disiplin itu sendiri adalah ketepatan komitmen wirausahawan terhadap tugas dan pekerjaannya. Ketepatan yang dimaksud bersifat menyeluruh, yaitu ketepatan terhadap waktu, kualitas pekerjaan, sistem kerja dan sebagainya. Ketepatan terhadap waktu, dapat dibina dalam diri seseorang dengan berusaha menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan waktu yang direncanakan. Sifat sering menunda pekerjaan dengan berbagai macam alasan, adalah kendala yang dapat menghambat seorang wirausahawan meraih keberhasilan. Kedisiplinan terhadap komitmen akan kualitas pekerjaan dapat dibina dengan ketaatan wirausahawan akan komitmen tersebut. Wirausahawan harus taat azas. Hal tersebut akan dapat tercapai jika wirausahawan memiliki kedisiplinan yang tinggi terhadap sistem kerja yang telah ditetapkan. Ketaatan wirausahawan akan kesepakatan-kesepakatan yang dibuatnya adalah contoh dari kedisiplinan akan kualitas pekerjaan dan sistem kerja.
·         Komitmen Tinggi
Komitmen adalah kesepakatan mengenai sesuatu hal yang dibuat oleh seseorang, baik terhadap dirinya sendiri maupun orang lain. Dalam melaksanakan kegiatannya, seorang wirausahawan harus memiliki komitmen yang jelas, terarah dan bersifat progresif (berorientasi pada kemajuan). Komitmen terhadap dirinya sendiri dapat dibuat dengan identifikasi cita-cita, harapan dan target-target yang direncanakan dalam hidupnya. Sedangkan contoh komitmen wirausahawan terhadap orang lain terutama konsumennya adalah pelayanan prima yang berorientasi pada kepuasan konsumen, kualitas produk yang sesuai dengan harga produk yang ditawarkan, penyelesaian bagi masalah konsumen, dan sebagainya.Seorang wirausahawan yang teguh menjaga komitmennya terhadapkonsumen, akan memiliki nama baik di mata konsumen yang akhirnya wirausahawan tersebut akan mendapatkan kepercayaan dari konsumen, dengan dampak pembelian terus meningkat sehingga pada akhirnya tercapai target perusahaan yaitu memperoleh laba yang diharapkan.
·         Jujur
Kejujuran merupakan landasan moral yang kadang-kadang dilupakan oleh seorang wirausahawan. Kejujuran dalam berperilaku bersifat kompleks. Kejujuran mengenai karakteristik produk (barang dan jasa) yang ditawarkan, kejujuran mengenai promosi yang dilakukan, kejujuran mengenai pelayanan purnajual yang dijanjikan dan kejujuran mengenai segala kegiatan yang terkait dengan penjualan produk yang dilakukan olehwirausahawan.
·         Kreatif dan Inovatif
Untuk memenangkan persaingan, maka seorang wirausahawan harus memiliki daya kreativitas yang tinggi. Daya kreativitas tersebut sebaiknya dilandasi oleh cara berpikir yang maju, penuh dengan gagasan-gagasan baru yang berbeda dengan produk-produk yang telah ada selama ini di pasar. Gagasan-gagasan yang kreatif umumnya tidak dapat dibatasi oleh ruang, bentuk ataupun waktu. Justru seringkali ide-ide jenius yangmemberikan terobosan-terobosan baru dalam dunia usaha awalnya adalah dilandasi oleh gagasan-gagasan kreatif yang kelihatannya mustahil.
·         Mandiri
Seseorang dikatakan “mandiri” apabila orang tersebut dapat melakukan keinginan dengan baik tanpa adanya ketergantungan pihak lain dalammengambil keputusan atau bertindak, termasuk mencukupi kebutuhan hidupnya, tanpa adanya ketergantungan dengan pihak lain. Kemandirian merupakan sifat mutlak yang harus dimiliki oleh seorang wirausahawan. Pada prinsipnya seorang wirausahawan harus memiliki sikap mandiri dalam memenuhi kegiatan usahanya.
·         Realistis
Seseorang dikatakan realistis bila orang tersebut mampu menggunakan fakta/realita sebagai landasan berpikir yang rasional dalam setiap pengambilan keputusan maupun tindakan/ perbuatannya. Banyak seorang calon wirausahawan yang berpotensi tinggi, namun pada akhirnya mengalami kegagalan hanya karena wirausahawan tersebut tidak realistis, obyektif dan rasional dalam pengambilan keputusan bisnisnya. Karena itu dibutuhkan kecerdasan dalam melakukan seleksi terhadap masukan-masukan/ sumbang saran yang ada keterkaitan erat dengan tingkat keberhasilan usaha yang sedang dirintis.
  
Faktor Kegagalan Dalam Wirausaha
Menurut Zimmerer (dalam Suryana, 2003 : 44-45) ada beberapa faktor yang menyebabkan wirausaha gagal dalam menjalankan usaha barunya:
·         Tidak kompeten dalam manajerial.
Tidak kompeten atau tidak memiliki kemampuan dan pengetahuan mengelola usaha merupakan faktor penyebab utama yang membuat perusahaan kurang berhasil.
·         Kurang berpengalaman baik dalam kemampuan mengkoordinasikan, keterampilan mengelola sumber daya manusia, maupun kemampuan mengintegrasikan operasi perusahaan.
·         Kurang dapat mengendalikan keuangan. Agar perusahaan dapat berhasil dengan baik, faktor yang paling utama dalam keuangan adalah memelihara aliran kas. Mengatur pengeluaran dan penerimaan secara cermat. Kekeliruan memelihara aliran kas menyebabkan operasional perusahan dan mengakibatkan perusahaan tidak lancar.
·         Gagal dalam perencanaan.
Perencanaan merupakan titik awal dari suatu kegiatan, sekali gagal dalam perencanaan maka akan mengalami kesulitan dalam pelaksanaan.
·         Lokasi yang kurang memadai.
Lokasi usaha yang strategis merupakan faktor yang menentukan keberhasilan usaha. Lokasi yang tidak strategis dapat mengakibatkan perusahaan sukar beroperasi karena kurang efisien.
·         Kurangnya pengawasan peralatan.
Pengawasan erat berhubungan dengan efisiensi dan efektivitas. Kurang pengawasan mengakibatkan penggunaan alat tidak efisien dan tidak efektif.
·         Sikap yang kurang sungguh-sungguh dalam berusaha.
Sikap yang setengah-setengah terhadap usaha akan mengakibatkan usaha yang dilakukan menjadi labil dan gagal. Dengan sikap setengah hati, kemungkinan gagal menjadi besar.
·         Ketidakmampuan dalam melakukan peralihan/transisi kewirausahaan.
Wirausaha yang kurang siap menghadapi dan melakukan perubahan, tidak akan menjadi wirausaha yang berhasil. Keberhasilan dalam berwirausaha hanya bisa diperoleh apabila berani mengadakan perubahan dan mampu membuat peralihan setiap waktu.

100 Mimpi

.       Sidang skripsi dengan sukses
     Harapan saya yang pertama adalah dapat menyusun skripsi dengan tema yang baik dan pada saat  
     sidang skripsi nanti dapat berjalan dengan baik dan sukses. Tidak ada halangan apapun.
 .      Lulus kuliah dengan nilai 4,00
     Setelah melewati sidang skripsi saya berharap dapat lulus kuliah dengan nilai yang tinggi dan nilai yang 
     terbaik dan pastinya saya bisa membuat bangga kedua orang tua saya.
 .       Bekerja di perusahaan besar seperti pertamina
 .       Dapat gaji yang besar
 .       Membahagiakan orangtua
     Setiap orang pasti mempunyai mimpi yang sama seperti saya yaitu membahagiakan kedua orang tua. 
     Karena orang tua adalah segalanya untuk saya. Saya tidak ingin mengecewakan mereka karena mereka 
     telah melakukan segala yang terbaik untk anak-anak mereka.
 .      Punya rumah besar seharga 2 milyar
     Kalau sudah bekerja nanti saya ingin membeli rumah yang besar agar orangtua dan adik saya dapat 
     tinggal bersama dengan saya, agar mereka dapat tinggal di rumah yang lebih nyaman, besar dan bersih. 
     Itu adalah salah satu perwujudan rasa sayang saya kepada kedua orang tua saya.
 .      Menikah di usia 23 atau 24 tahun
 .      Punya anak kembar yang lucu-lucu
 .       Pergi ke tanah suci bersama kedua orangtua 10 tahun ke depan
     Pergi haji adalah salah satu rukun Islam yang wajib dilakukan orang seorang muslim bila sudah mampu 
     baik dari segi materi atau pun jiwa. Dan saya ingin sekali pergi haji bersama dengan kedua oang tua saya 
     dan membiayai mereka. Semoga Allah mengabulkan mimpi saya. Amin...
 .     Punya mobil jaguar
 .     Keliling dunia
 .     Punya rumah di pulau-pulau Indonesia
 .     Punya gadget yang ter-up to date
 .     Punya coffee shop
 .     Jadi penyiar radio
 .     Mencerdaskan anak-anak Indonesia
 .     Membangun sekolah untuk anak-anak tidak mampu
 .     Punya restoran Jepang
 .     Pengen pintar masak kaya Farah Quinn
 .     Jadi direktur perusahaan
 .     Bertemu dan nyanyi bareng Bruno mars
 .     Ingin di sayang semua orang
 .     Punya mertua yang baik
 .    Wisata kuliner ke seluruh Indonesia
 .     Punya pesawat terbang pribadi
 .     Punya penghasilan 10 juta per bulan
 .     Bulan madu ke Eropa
 .     Kuliah di luar negeri
 .     Keliling Indonesia bareng keluarga
 .     Punya boutique
 .     Jadi translater
 .     Punya pulau pribadi
 .     Bisa main alat musik
 .     Bertemu bintang-bintang hollywod
 .     Punya kantong ajaib doraemon
 .     Punya kebun, taman bunga dan taman bermain di rumah
 .     Syuting bareng Robert Pattinson dan Kristen Stewart
 .     Tinggal bareng Robert Pattinson
 .     Jadi dancer
 .     Punya usaha yang maju
 .     Punya suami yang bertanggung jawab, setia dan sayang keluarga
 .     Jadi photografer profesional
 .     Bikin novel yang disukai banyak orang
 .     Bisa sihir kaya Harry Potter
 .     Punya sapu terbangnya Harry Potter
 .     Mahir design grafis
 .    Jadi perancang busana
 .    Bisa berguna buat semua orang
 .    Punya saham dimana-mana
 .    Punya perusahaan yang besar dan maju
 .    Jadi istri yang baik
 .    Pergi ke universal studio
 .    Jago karate
 .    Jadi guru bahasa Inggris
 .    Punya mobil sport
 .    Hiking ke gunung Everest
 .    Liburan ke Bunaken dan diving di laut Bunaken
 .    Liburan ke Raja Ampat
 .    Punya cake shop
 .    Punya kebun strawberry
 .    Dikasih warisan 10 Milyar
 .    Punya lapangan golf
 .    Punya lapangan fudsal
 .    Dikasih LED Samsung Smart TV
 .    Buka lapangan pekerjaan untuk mengurangi pengangguran
 .    Bekerja di Transcorp
 .    Pergi ke bulan
 .    Punya tambang batu bara
 .    Punya perkebunan kelapa sawit
 .    Punya tambang batu bara
 .    Jadi musisi
 .    Jadi ahli kesehatan
 .    Jadi dermatologist
 .    Bertemu Nabi Muhammad SAW kelak di surga
 .    Awet muda meskipun sudah punya cucu
 .    Tetap langsing meskipin sudah punya anak
 .    Punya tinggi badan 178 cm dan berat badan 58 kg
 .    Membangun masjid
 .    Membangun panti asuhan
 .    Membangun panti jompo
 .    Bisa nyetir mobil
 .    Punya koleksi tas branded
 .    Punya koleksi barang-barang kuno
 .    Selalu di sayang suami
 .    Jadi wanita karier
 .    Jago desain grafis
 .    Punya banyak teman
 .    Multitalented
 .    Jadi ahli gizi
 .    Jadi konsultan psikologis
 .    Jadi ilmuwan
 .    Punya penemuan yang bisa mengatasi banjir di Jakarta
 .    Membangun rumah kost di sekitar kampus atau industri
 .    Kalau sudah bekerja, ingin membiayai sekolah adik
 .    Melanjutkan S2 di Universitas Harvard
 .    Membeli mobil BMW
 .    Jadi seniman
 .    Dibuatkan pesawat terbang oleh Pak Habibie
 .    Jago berenang
.      .  Punya suara merdu